03 Desember 2009

DEPDIKNAS GELAR LOMBA FOTO


"PENDIDIKAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA" Pusat Informasi dan Humas, Departemen Pendidikan Nasional menggelar lomba foto bertema

" pendidikan Tanggung Jawab Kita Bersama". Lomba terbuka untuk umum dengan tiga kategori, masing-masing: masyarakat umum; pelajar/mahasiswa; dan wartawan. Beberapa Subtema yang diusung dalam tema besar itu, meliputi:Pendidikan Memutus Mata Rantai Kemiskinan; Pendidikan Upaya Membangun Masa Depan Lebih Baik; pendidikan Membangun Generasi Masa depan; pendidikan Investasi Jangka Panjang; Pendidikan Membentuk Masyarakat Amanah; dan Pendidikan Membangun Sportivitas Generasi Muda.

Tujuan Lomba, menurut panitia adalah untuk menghimpun foto-foto dari masyarakat yang berkaitan dengan tema dan subtematersebut; menampung ide dan gagasan para fotograper tentang bidang pendidikan; serta mengajak masyarakat untuk berperan aktip dalam melihat dan memahami persoalan pendidikan.

Adapun persyaratan dan ketentuan lomba, adalah: tiap peserta mengirimkan maksimal lima karya foto dengan menerangkan kategori lomba yang diikuti dan mencantumkan nama dan alamat serta nomor kontak; ukuran foto dikirim dalam format JPG dengan dua ukuran masing-masing: 1,2 Mb dengan resolusi per-inci 72 dan 300 Kb dengan resolusi per-inci 72.

Menurut panitia, karya paling akhir dikirim melalui email: qemi@yahoo.com paling lambat 10 Desember 2009. Karya foto yang dikirim menjadi hak panitia dan akan digunakan untuk kepentingan publikasi dan sosialisasi Depdiknas dengan sepengetahuan pemotretnya, serta tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Dewan juri terdiri dari fotograder profesional, wartawan, dan Depdiknas.


Guru Dituntut Dapat Berperan Multifungsi


Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia telah mengajarkan...
bahwa bangsa yang maju, modern, sejahtera, dan bermartabat adalah bangsa yang memiliki sistem dan praktek pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang unggul dan maju.

Hal tersebut disampaikan Presiden pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2009 dan HUT Ke-64 PGRI di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa, (01/12).

Presiden mengatakan, pendidikan yang bermutu akan sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu yaitu guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat. Memasuki abad 21 yang dikenal sebagai abad pengetahuan, tatanan pembangunan pendidikan tidaklah semakin ringan. Maka sosok guru di abad pengetahuan ini harus ditandai dengan keteguhan iman dan taqwa, tingginya semangat nasionalisme, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta wawasan yang jauh ke depan.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa paradigma pembangunan pendidikan telah memasuki ranah yang makin kompleks. Oleh karena itulah paradigma pendidikan di abad ke-21 menuntut perubahan peran guru. "Guru harus mampu menjadi insan pendidik yang makin profesional, kreatif, dan dinamis. Insan pendidik yang sanggup menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang inovatif. Insan pendidik yang sanggup menunaikan peran multifungsi sebagai fasilitator, motivator, komunikator, transformator, bahkan sebagai agen perubahan," katanya.

Sejalan dengan itu, Presiden mengatakan bahwa guru harus mampu melakukan reformasi metodologi pembelajaran yang berorientasi kepada murid dan bukan kepada guru. Dengan peran multifungsi itu para guru diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan teknologi sekaligus mampu membentuk sikap jiwa dan karakter murid-muridnya agar mampu bertahan di era kompetisi yang semakin ketat di abad ke-21 ini. "Guru yang mampu membawa perubahan peradaban bagi generasi yang sedang tumbuh mekar," ujarnya.

Dalam Sambutannya, Presiden berpesan, kepada Mendiknas, agar terus memberikan perhatian yang besar pada pembinaan dan peningkatan profesi para guru dan dosen. "Percepat upaya peningkatan kualifikasi guru melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan hasil belajar bagi guru yang akan melanjutkan studi ke jenjang S1," katanya.

Demikian juga kepada para pimpinan dan segenap jajaran PGRI, Presiden meminta, untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme para guru. "Berikan dukungan pada upaya pemacuan profesi, peningkatan kompetensi, pembinaan karir, perluasan wawasan, perlindungan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru," katanya.

Serta, kepada para gubernur, bupati, dan walikota, Presiden meminta, agar melanjutkan semua upaya yang mendukung pengembangan profesi bagi para guru di wilayahnya. Menerapkan kebijakan peningkatan kualitas guru yang makin terstruktur dan makin sistematis. Kemudian, memberikan bantuan dan memperluas peluang bagi para guru dalam mengikuti program sertifikasi agar mereka dapat terus meningkatkan kualifikasinya. "Lakukan kerjasama dengan semua pihak terkait. Kaji dan telaah dengan seksama pola pendistribusian guru di wilayah saudara masing-masing, dan salurkan sumbatan atas berbagai hambatan birokrasi dalam proses sertifikasi para guru," katanya.

Pada Kesempatan ini pula, Presiden memberikan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia berupa Satya Lencana Pembangunan dibidang Pendidikan kepada dua Gubernur dan lima Bupati Walikota yang mempunyai komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, satya lencana pendidikan juga diberikan kepada enam Guru, dua Kepala Sekolah, dua Pengawas Sekolah, dan satu Pamong Belajar serta satu Penilik yang berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya. (diknas)

01 Desember 2009

Guru sebagai Sumber Keteladanan


Guru mempunyai peran vital dalam pendidikan. Sikap dan perilaku guru mempunyai implikasi yang luar biasa terhadap murid - muridnya.

"Tidak ada ceritanya sekolah tanpa guru. Guru ini sebagai profesi, sebagai sumber keteladanan," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh usai menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2009 dan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-64 di Depdiknas, Jakarta, Rabu (25/11/2009).

Tema Peringatan HGN 2009 dan HUT PGRI Ke-64 adalah Memacu Peran Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, dan Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional, Sejahtera, Bermartabat, dan Terlindungi.

Mendiknas menyampaikan, agar guru dapat berprestasi dan pendidikan tumbuh dengan baik maka harus melengkapi semua komponen pendukungnya. Mendiknas mengatakan, kesejahteraan guru merupakan salah satu isu penting dalam pendidikan. "Tetapi isu sentralnya adalah bagaimana meningkatkan kualitas, dedikasi, dan komitmen para guru sehingga bermuara pada kualitas pendidikan," katanya.

Menurut Mendiknas, jika dibandingkan dengan PNS (pegawai negeri sipil) yang lain sebenarnya kesejahteran guru relatif sudah bagus. "Kita enggak ingin urusan guru ini terjebak hanya pada urusan kesejahteraan karena kalau kita terjebak pada urusan kesejahteraan maka lebih dekat guru itu sebagai pekerja bukan sebagai profesi," katanya.

Sementara, kata Mendiknas, kualitas pendidikan dicapai dengan secara terus menerus mengikuti perkembangan zaman. "Yang namanya kualitas itu selalu bergerak, yang bisa kita ukur adalah yang sifatnya kuantitatif, misalnya APK (angkat partisipasi kasar), jumlah perbandingan guru dan murid, jumlah perbandingan SMK:SMA," katanya.

Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan, terdapat tiga makna penting Peringatan HGN 2009 dan HUT PGRI Ke-64 yakni, reflektif kesejarahan, introspeksi kekinian, dan antisipatif futuris. "Dengan memahami makna substansi yang terkandung pada hari guru, kita hantarkan anak - anak kita sebagai penerus bangsa," ujarnya.

Mendiknas menyampaikan, prestasi keteladanan dan kepeloporan para guru yang telah ditunjukkan semasa revolusi hingga sekarang adalah semangat dan tradisi perjuangan yang perlu terus menerus diselaraskan seiring dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. "Untuk mengantisipasi hal itu, tidaklah berlebihan kiranya harapan masa depan bangsa dan harapan kita semua dipertaruhkan kepada mereka yang berprofesi sebagai guru dan pecinta dunia pendidikan," katanya.

diknas.go.id

11 Juni 2009

Pendidikan Profesi Guru Mulai September (Pengganti Program Akta 4)


Jakarta, - Pendidikan profesi guru bagi sarjana pendidikan dan nonpendidikan mulai...

dibuka September 2009. Pendaftaran calon guru yang hendak ikut pendidikan profesi ini dibatasi 40.000-50.000 orang yang ditetapkan pemerintah kota atau kabupaten.

Pelaksanaannya tinggal menunggu keputusan Menteri Pendidikan Nasional soal penetapan perguruan tinggi yang boleh menyelenggarakan pendidikan profesi guru, kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam acara peresmian Putera Sampoerna School of Education di Jakarta, Selasa (3/3).

Pendidikan profesi guru tersebut, kata Fasli, untuk mengantisipasi kebutuhan guru baru karena banyak guru yang akan pensiun.

Namun jumlah calon guru yang boleh ikut dibatasi dan diseleksi sesuai dengan kuota yang disediakan pemerintah pusat dan daerah,” kata Fasli menambahkan.

Guru berkualitas

Fasli menjelaskan, pendidikan profesi guru ini untuk menghasilkan guru-guru profesional dan berkualitas yang bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.

Pendidikan profesi guru taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) dilaksanakan selama enam bulan, sedangkan pendidikan profesi guru untuk mata pelajaran di tingkat SMP, SMA dan SMK berlangsung selama satu tahun.

Adanya guru profesional ini diharapkan bisa membawa perubahan dalam pembelajaran di kelas. Sebagai konsekuensinya, pemerintah mengalokasikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok PNS setiap bulan bagi guru negeri dan swasta.

Fasli menyebutkan, pada tahun 2008 pemerintah mengalokasikan tunjangan profesi bagi guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik senilai Rp 2,9 triliun. Pada 2014, jumlah tersebut meningkat hingga Rp 76 triliun.

S Gopinathan, Konsultan Senior Putera Sampoerna School of Education, mengatakan, guru yang berkualitas bisa mendorong siswa untuk bisa berprestasi baik. Pemerintah perlu bertanggung jawab untuk investasi pendidikan guru yang berkesinambungan demi terciptanya mutu pendidikan nasional yang diinginkan.

Putera Sampoerna School of Education yang didirikan Sampoerna Foundation ini membuka program strata satu pendidikan Matematika dan Bahasa Inggris. Dari 80 mahasiswa yang akan diterima pada tahun ajaran 2009/2010, sebanyak 40 mahasiswa diterima melalui jalur pendaftaran beasiswa secara penuh hingga kuliah selesai. (ELN) -Kompas-


Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

18 Mei 2009

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.


Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih ba nyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.Pusatkanlah perhat ian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat
seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan
gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di
atas saya.Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi
rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak
akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit
jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang
ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia
terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

17 Mei 2009

TIPS BERKHAYAL UNTUK KESEGARAN PIKIRAN


Ada sebagian orang yang menganggap kegiatan berkhayal, berandai-andai atau berangan-angan adalah kegiatan melamun yang tidak ada gunanya. Kata mereka, jauh lebih berguna kalau kita menggunakan waktu untuk melakukan sesuatu yang nyata, ketimbang menerawang jauh dalam pandangan kosong. Lebih lanjut, mereka juga mengatakan bahwa orang yang suka berkhayal mempunyai persoalan kejiwaan.

Padahal, berandai-andai, berkhayal, atau berangan-angan adalah sebuah bentuk kegiatan pikiran yang normal terjadi pada setiap orang. Mulai dari anak-anak, orang dewasa sampai lanjut usia. Orang yang sehat jiwanya selalu berimajinasi. Berfantasi merupakan salah satu bagian dari pertumbuhan jiwa.

Bahkan di sela-sela pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi, kita masih sempat terhanyut pada lamunan sejenak. Kalau anda menganggapnya itu sebagai penyimpangan pikiran yang membuang-buang waktu, maka itu bisa dibenarkan.

Namun, bukankah dengan demikian pikiran bisa sedikit disegarkan? Berikut beberapa tips berkhayal demi kesegaran pikiran.

1--Berkhayal demi mengembangkan kepribadian anda.

Anak-anak adalah contoh bagaimana seseorang bisa menggunakan khayalan untuk mengembangkan kepribadian. Mereka sering berkhayal untuk menjadi tokoh hebat ini dan itu. Ini bukan sekedar hal kosong. Dalam kegiatan ini justru mereka sedang menyusun kepribadian mereka. Kita, sebagai orang dewasa pun dapat berkhayal untuk mengembangkan kepribadian. Karena kepribadian bukan hal yang telah mandeg begitu kita dewasa. Dengan berkhayal kita bisa menemukan ambisi atau cita-cita yang ingin kita wujudkan. Kita juga bisa mengenali sisi pribadi yang selama ini tersisihkan, seperti; keberanian, kreatifitas, dan lain-lain.

2--Menolong menghadapi kenyataan.

Apa yang anda lakukan ketika terjebak dalam lalu lintas macet berkepanjangan? Tak perlu cepat-cepat menggerutu kesal. Cobalah anda berkhayal menemukan jalan alternatif lain berkelak-kelok yang bisa menghindari kemacetan. Jangan anggap itu sebagai hal yang tak mungkin. Bisa jadi jalan itu tepat di sebelah kiri anda. Jangan terkejut, jika ternyata banyak orang menemukan alternatif pemecahan atas persoalan yang sedang dihadapinya dengan cara berangan-angan, berkhayal atau berandai-andai. Berkhayal pun menolong kita menghadapi kenyataan.

3--Asah kreatifitas anda melalui imajinasi

Di era kemajuan ilmu fisika matematis sekarang ini, para pakar menyusun skema alam raya ini bukan hanya melalui serangkaian uji coba di laboratorium. Justru mereka lebih banyak menggunakan imajinasi kreatif mereka. Bahkan sesuatu yang ilmiah pun tak begitu saja menolak khayalan. Semua orang berbakat dan kreatif menggunakan khayalan untuk menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang paling tak mungkin sekali pun.

4--Berangan-angan untuk membantu menyusun masa depan.

Siapa yang berkhayal menjejakkan kakinya di bulan, kelak akan menjejakkan kakinya di bulan. Ini bukan sekedar khayalan yang tak berguna. Ini adalah sebuah visi. Mungkin sebelum visi itu menjadi kenyataan, kita menganggapnya sebagai khayalan penuh bualan. Dalam visi, kita berusaha menyusun gambaran besar masa depan yang ingin kita raih. Inilah salah satu kekuatan khayalan.

5--Lakukan rekreasi mental dan pikiran.

Salah satu saran dari para ahli untuk mengatasi beban stres adalah melakukan rekreasi pikiran. Misal, dengan membayangkan kita dalam kondisi yang menyenangkan. Bukankah kegiatan semacam ini juga merupakan sebuah bentuk dari khayalan? Namun bukankah kita bisa menggunakannya untuk menenangkan pikiran? Jadi, mengapa anda harus selalu merasa bersalah dengan khayalan anda? Bahkan khayalan pun dapat digunakan untuk meneguhkan jiwa kita, di saat menghadapi kesulitan hidup. Ini sama sekali bukan untuk mengingkari kenyataan, namun untuk menemukan kekuatan diri.

6--Berdialog dengan diri sendiri.

Di saat melakukan instrospeksi diri, pada dasarnya kita berdialog secara imajinatif dengan diri kita sendiri. Khayalan dapat menjadi begitu positif jika kita mampu menggunakannya untuk menemukan sisi-sisi yang tersembunyi dalam diri kita yang mungkin selama ini takut kita ungkapkan. Dengan khayalan kita bisa menemukan keunikan diri kita, sehingga sedikit demi sedikit kita bisa mengenali diri kita lebih jauh lagi. Jadi, mengapa kita tak boleh berkhayal?

14 Mei 2009

MERENDAH ITU INDAH !


Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.

 Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.